Ad

Bahaya TORCH Pada Ibu Hamil, Pencegahan dan Obatnya

Pada postingan kali ini kami akan membahas tentang Bahaya TORCH PadaIbu Hamil Pencegahan dan Obatnya. Dikatakannya, sebenarnya TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu Toxoplasma, Others, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. “Virus ini berbahaya baik bagi ibu maupun bayinya,” katanya. Virus ini membahayakan bayi, terutama pada kehamilan trimester pertama. Sebab, pada kehamilan trimester pertama ini terjadi pembentukan semua organ pada bayi.

Jika bayi terinfeksi pada awal-awal kehamilan ini bisa menyebabkan beberapa kelainan. Pada beberapakasus infeksi TORCH pada janin ini bisa menyebabkan cacat. Sebagian lagi, bahkan juga bisa mengalami keguguran pada awal kehamilan. “Yang berbahaya adalah ketika TORCH menginfeksi ibu hamil pada trimester pertama kehamilannya,” katanya. Sedangkan pada trimester berikutnya, relatif lebih aman bagi janin. Pada prinsipnya, dari pemeriksaan TORCH adalah deteksi adanya zat antibodi yang spesifik terhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respons tubuh terhadap adanya benda asing Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG).

Pada saat awal infeksi terdapat IgM banyak, kemudian akan disusul dengan munculnya IgG. Jika baru IgM yang ada, berarti infeksi baru saja terjadi. Jika IgG positif ada dan IgM juga ada, berarti virus masih menginfeksi. Begitupula jika IgG positif dan IgM negatif tetapi jumlah IgG terus bertambah berarti masih terjadi infeksi. “Namun jika kondisinya IgM negatif dan IgG positif dengan jumlah yang stabil, berarti virus sudah dikalahkan, dan ibu hamil siap menjalankan kehamilan,” jelasnya. Pada umumnya, virus TORCH yang menginfeksi ibu hamil adalah Toxoplasma. Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi. Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik.

Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa menimbulkan rasa lelah, malas, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah. Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu. Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran, lahir mati atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. Pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa misalnya kelainan mata dan telinga, retardasi mental, kejang-kejang dan ensefalitis.

Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. “Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti- Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG,” terang dia. Dia menjelaskan, sebenarnya hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini pada kehamilan adalah dengan melakukan pemeriksaan prenatal atau bahkan melakukan pemeriksaan sebelum menikah. Selain itu, penyebaran TORCH juga bisa dicegah dengan imunisasi MMR. Tetapi, jika virus ini baru diketahui saat kehamilan, maka selama kehamilan ibu harus menjalani pengobatan, supaya virus tidak membahayakan janin yang dikandungnya. “Satu-satu jalan adalah dengan melakukan pengobatan terus menerus selama kehamilan hingga bayi lahir,” terang dia.

Selain toxoplasma, pada virus yang tergolong dalam kelompok TORCH yakni Rubella. Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi Rubella berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. “Untungnya virus Rubella ini sudah sangat jarang terjadi,” katanya. Selain Rubella, Cytomegalovirus (CMV) juga bisa menghantui ibu hamil. Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini termasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh. CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin. Jika ibu hamil terinfeksi, maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.
Ad
 
Redesigned by : Tukang Toko Online
Copyright © 2011. RUMAH HERBAL JOMBANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger